Karya sosial

Kita hidup di dunia, dunia masa kini. Hidup dan karya para frater juga terjadi dalam kerangka masyarakat masa kini serta struktur sosialnya. Para frater ingin hadir di mana dibutuhkan.


Walk-in lunch (komunitas Elim, Belanda)

Lebih dari satu juta orang Belanda merasa kesepian. Seringkali orang tua, atau orang dengan penghasilan yang sangat rendah, atau imigran yang hendak meninggalkan teman atau keluarga mereka. Kesepian membawa konsekuensi pada kesehatan, keberadaan dan peran-serta di dalam masyarakat.  Di komunitas Elim ada ‘makan siang’ bersama setiap hari Selasa dan Kamis. Siapa saja yang ingin membagi makan siang bersama orang lain, dikenal atau tidak, dapat bergabung  sekitar siang hari. Dengan cara ini, penggagas berharap memberi perhatian bagi orang yang merasa kesepian dan butuh sejumlah kontak. Lingkungan sekitar adalah multi-kultural. Makan siang selalu diawali dengan doa yang dapat diucapkan oleh semua agama. Organisasi ini berada di tangan paroki Frater Andreas, Suster SCMM dan para frater dari komunitas Elim.

 

 

 

 

 

 

Proyek AIDS OIP (Oyugis, Kenya)

Di Oyugis – Kenya, para frater memulai sebuah klinik rawat- jalan. Jumlah penyakit yang diobati berkembang pesat akibat penyebaran AIDS yang cepat pada tahun 1980-an. Mereka menyadari bahwa karya tidak dapat dibatasi pada perawatan orang sakit dan karenanya mereka memulai Proyek Terpadu Oyugis (OIP) pada tahun 1996, yang dimaksudkan sebagai pendekatan terpadu. Pertama-tama ada pondok untuk banyak anak yatim: bukan dalam panti asuhan terpisah, tetapi melalui bantuan pada kerabat yang merawat mereka. Kongregasi juga menunjang banyak janda dan duda akibat AIDS , orang yang kehilangan pasangannya dan yang banyak kali juga sakit.

Selain itu, para frater mengorganisir kampanye informasi sehingga penyakitnya tidak memakan korban lainnya. Akhirnya, tentu ada juga perawatan medis untuk orang-orang yang sering dalam kondisi sangat buruk. OIP adalah proyek yang luas dengan sekitar 20 staf dan, di samping itu, banyak relawan. Mereka merawat lebih dari 4000 anak yatim. Ada berbagai lingkaran sahabat OIP dari Belanda dan Belgia yang mengumpulkan uang untuk proyek tersebut, namun juga memberikan dukungan dengan cara lain.

Tempat penampungan pengungsi (De Vuurhaard, Belanda)

Pengungsi yang ingin memulai prosedur kedua di Belanda, atau  di akhir prosedur mereka dan tidak dapat kembali ke negara mereka sendiri, tidak punya tempat untuk pergi di Belanda. Komunitas De Vuurhaard menawarkan tempat penampungan sementara bagi para pengungsi. Jenis bantuan bisa bervariasi sesuai kebutuhan. Misalnya, kami menawarkan tempat tinggal saja, tapi juga dukungan hukum dan, jika perlu, perawatan medis. Kami memastikan bahwa anak-anak mendapatkan pendidikan dan di samping itu kami membantu semua tamu kami, jika perlu, untuk belajar bahasa Belanda. Orang-orang hanya tinggal sementara di tempat penampungan kami, tapi kami sungguh memperhatikan dan membantu mereka untuk mendapatkan ruang bernafas dan beristirahat untuk sementara dan diperlakukan secara baik dan terhormat.

Kegiatan penting dalam kaitan ini adalah restoran yang diorganisir para frater seminggu sekali dengan para pengungsi dan lingkaran relawan. Restoran ini menggabungkan berbagai tujuan. Pertama-tama, ini adalah kegiatan untuk para pengungsi yang kami bantu dan yang sering untuk waktu yang lama di tempat penampungan lain di mana tidak ada yang bisa mereka kerjakan. Selain itu, ini adalah cara untuk memastikan kontak antara pengungsi dan orang-orang Belanda. Setelah makan, kami selalu memberitahu pengunjung kami tentang situasi pengungsi di Belanda dan di dunia, dan juga dengan cara lain kami meminta perhatian atas masalah mereka. Akhirnya, kami juga menerima sejumlah hadiah yang dengan itu kami dapat menutupi biaya makanan dan pemondokan.

 

 

 

 

 

 

 

 

Kredit Mikro (Nias, Indonesia)

Di Pulau Nias – Indonesia, Frater Ad Hems memulai sebuah ‘bank’ yang menawarkan kredit mikro kepada petani kecil dan pengrajin pada tahun 1985. Credit Union ini adalah bank koperasi dan telah terbukti nilainya selama bertahun-tahun. Saat ini, ribuan petani dan pengusaha kecil terhubung ke bank. Mereka telah memanfaatkan pinjaman lunak dengan suku bunga rendah, jadi melakukan investasi dalam usaha mereka. Credit Union adalah salah satu sarana untuk meningkatkan ekonomi dan masyarakat di daerah miskin di Indonesia dan memungkinkan pembangunan berkelanjutan. Model yang diperkenalkan oleh frater di Nias sekarang diikuti di beberapa pulau sekitarnya. Pulau Nias merupakan daerah yang sangat terkena dampak setelah tsunami yang dahsyat di tahun 2004 dan gempa bumi di tahun 2005. Koperasi Credit Union telah berkontribusi dalam pemulihan dan rekonstruksi setelah bencana alam ini.

 

 

Desa anak-anak Cidade dos Meninos (Coronel Fabriciano, Brasil)

Bagian utara Belo Horizonte (Brasil), di kota Coronel Fabriciano, para frater bertanggung jawab atas sebuah desa anak-anak, Cidade dos Meninos. Di tempat itu para frater, bersama dengan orang lain, menawarkan rumah kepada sekitar tiga puluh anak jalanan dari usia 0 sampai 18 tahun. Anak-anak tinggal di sana, mendapatkan pakaian dan makanan, pergi ke sekolah dan mendapatkan bimbingan dengan pekerjaan rumah mereka. Ini adalah anak-anak yang tidak memiliki keluarga atau telah ditinggalkan oleh keluarga mereka karena alasan tertentu. Tanpa penampungan di desa anak-anak, mereka tidak punya tempat untuk tinggal.

Di desa anak-anak, yang berada di tempat yang luas, disediakan juga kursus pelatihan  untuk orang-orang dari kota, seperti menjahit, kerajinan tangan dan keterampilan komputer. Ada juga tempat penitipan untuk sekitar 50 anak berusia 0 sampai 5 tahun.

Penitipan anak di Casa Apoio (Belo Horizonte, Brasil)

Para frater di Belo Horizonte juga terlibat dalam beberapa rumah anak-anak di Yayasan Irmaosol. Yayasan ini memiliki beberapa pusat perawatan untuk anak-anak yang kurang mampu di rumah: yayasan ini menawarkan rumah di mana anak-anak ini dapat tinggal dengan orang tua dan tuan rumah di tempat mereka dapat tinggal sebelum dan sesudah sekolah untuk mengerjakan pekerjaan rumah mereka, bermain bersama dan untuk mendapatkan beberapa perhatian pribadi. Rumah-rumah dikelola oleh para profesional yang bekerja sama dengan para frater dan sekelompok relawan. Salah satu rumah, casa apoio, terletak di dekat sekolah Padre Eustáquio.


Aan tafel in Cidade dos Meninos, Coronel Fabriciano (2006)

 

 

 


Casa Apoio, Belo Horizonte (2012)

Proyek pertanian (Suai, Timor Leste)

Pada tahun 2012, frater-frater di Suai (Timor Leste) mengambil alih sebuah proyek pertanian dari para Yesuit. Proyek Ini punya hubungan yang kuat dengan Caritas Australia. Tujuan dari proyek pertanian ini adalah untuk membawa kegiatan pertanian di wilayah tersebut ke tingkat yang lebih tinggi. Hal ini ditujukan untuk orang miskin dan karena itu sesuai dengan misi belas kasih.