Belanda dan Belgia

Sekarang ini selain generalat, kami memiliki empat komunitas di Belanda dan Belgia. Itu lebih sedikit dibandingkan pada waktu dulu karena berkurangnya jumlah frater, banyak komunitas harus ditutup. Walaupun demikian, kami tidak hanya meninggalkan rumah-rumah kami atau menyerahkannya kepada pihak lain; beruntung, kami juga dapat membuka beberapa komunitas baru. Tentu, kami sangat ingin terus mengembangkan hidup religius di bagian-bagian dunia ini.

Komunitas Joannes Zwijsen (Tilburg)

Bersebelahan dengan pusat administrasi kongregasi (Generalat) merupakan fasilitas rumah perawataan yang dinamai dengan nama pendiri kami. Salah satu fungsinya adalah memberikan tempat tinggal bagi komunitas Joannes Zwijsen, di mana para frater yang lanjut usia tinggal dan – jika dibutuhkan – menerima perawatan kesehatan. Komunitas Generalat dan Joannes Zwijsen telah dibangun di atas ‘tanah suci’ karena dahulu ini merupakan lokasi Rumah Induk para Frater CMM. Tentu, di sanalah pada tahun 1844 Kongregasi dimulai, dan dari sanalah banyak kegiatan kerasulan kami dimulai.

Komunitas Elim (Tilburg)

Komunitas Elim terletak di Tilburg-Barat: Elim merupakan nama biblis yang berarti oase di padang gurun. Elim di Tilburg ingin menjadi rumah singgah di kota dimana orang bisa mendapat ruang untuk santai dan menimba sumber spiritual baru. Setiap Selasa dan Rabu, orang bisa datang dan makan siang. Barangsiapa hendak berbagi makan dengan orang, yang dikenal maupun tidak, datang saja sekitar jam 12.15. Dengan cara ini, para frater berharap bisa menarik perhatian mereka yang merasa kesepian dan butuh kontak. Komunitas Elim juga mengorganisir meditasi, menonton film dan pelatihan. Pada website kelompok Elim kamu bisa mendapat gambaran tentang program tersebut: www.elimgroep.nl

Komunitas Eleousa (Vught)

Nama ‘Eleousa’ berasal dari kata Bahasa Yunani yang berarti: yang berbelaskasih. Para anggota komunitas Eleousa, selain tugas lainnya, secara dekat terlibat dalam kegiatan di Pusat Pembinaan dan Retret di Zin, yang terletak bersebelahan. Mereka juga memberi dukungan pada Gerakan Belaskasih Belanda dimana sekertariatnya terletak di komunitas.

Pusat ret-ret ZIN bermula dari hasrat para Frater CMM memberikan biara mereka ‘Huize Steenwijk’ di Vught, sebuah arah baru, menurut tradisi spiritualitas mereka. Mereka melihat bahwa di Belanda ada jarak yang nyata antara kerja, makna hidup dan spiritualitas. Pusat ret-ret tersebut telah menjadi tempat inspirasi di mana orang berbicara mengenai kesesuaian pribadi dan sosial kerja. Lagi, pusat ret-ret ini juga dipakai setiap musim panas selama dua minggu bagi keluarga-keluarga yang tidak memiliki cukup uang untuk berlibur. Para frater di komunitas Eleousa bersama beberapa relawan mengorganisir sebuah program selama 4 hari dengan berbagai kegiatan untuk mereka.

Komunitas St. Jan Berchmans (Zonhoven)

Komunitas pertama para Frater CMM di Belgia didirikan pada tahun 1851 di Maaseik, kemudian komunitas-komunitas di Hasselt, Houthalen, Lanaken dan Zonhoven. Sejak tahun 2012, karena berkurangnya jumlah frtaer, para frater di Belgia langsung berada dibawah Dewan Umum. Pada tahun 2013, para frater Belgia yang terakhir pindah ke rumah perawatan ‘Het Dorpvelt’ di Zonhoven. Rumah ini didirikan di taman rumah Frater yang lama, dimana komunitas Joannes Berchmans didirikan.

Komunitas De Vuurhaard (Udenhout)

Dari tahun 1901 telah ada rumah persaudaraan di sebelah gereja Udenhout. Sejak saat itu, para frater menyediakan pendidikan Katolik di Sekolah Petrus dan sepenuhnya terlibat dalam kehidupan masyarakat Udenhout. Anda bisa menemui mereka di Farmers’ Union, klub sepak bola SSS dan paduan suara anak-anak putra. Selama 20 tahun terakhir, para frater telah menggunakan motto hidup mereka “belas kasih” terhadap para pengungsi yang sepenuhnya dicurahkan untuk memperoleh penyelesaian hukum. Di De Vuurhaard, para tamu dari berbagai penjuru dunia, melarikan diri karena suasana perang, kemiskinan, penindasan atau diskriminasi, telah menemukan rumah sementara. Pada akhir tahun 2019 tempat penampungan ini diakhiri. Para frater bertambah tua dan masalah fisik dan psikologis para pengungsi menjadi lebih rumit. Hal ini menjadi terlalu berat bagi para frater yang sudah lanjut usia, walaupun mereka bersedia melakukan pekerjaan ini. Kedai makan para pengungsi juga berhenti pada akhir Desember. Pada tahun 2020 komunitas ditutup.